Langsung ke konten utama

Postingan

Senja di Sungai Nil

Wuuut.. wuuut.. Nada getar hanphone mengusik lamunanku, hujan yang sejak dzuhur tadi mengguyur Jakarta mulai reda. “Selamat! Anda menang undian BRI Hadiah Beruntun berupa saldo BRI sebesar Rp. 20.000.000; Balas pesan ini…..” belum selesai kubaca SMS yang masuk aku sudah tahu itu pasti dari tukang tipu. “Bla… bla.. bla. Undian dari Hongkong.” Ketusku kesal. “Diaminin aja, siapa tahu jadi benaran nanti”, pungkas Dafin sambil makan gado-gado favoritnya buatan mbak Sri Tegal. Dafin adalah teman satu kamar kosku sejak pertama kali merantau ke Jakarta dan telah menjadi sahabatku. Orangnya lucu, slengean, dan selalu bicara jujur apa adanya kalau tentang kekuranganku. “Sebenarnya loe tuh Yom, ganteng. Tapi.... banyak tapinya, hahahaha...” Canda Dafin yang membuatku pengen nonjok mukanya. Kami berdua sama-sama berkerja di sebuah apartemen bintang 5 di Jakarta Pusat, aku di bagian kolam renang lantai 5, dia di bagian lobi. Kami sama-sama puas dengan tugas kami sebagai cleaning service. Aku meny...

Lusi, Gadis Pantry

 Di balik pintu kaca pantry yang silau oleh bayangan lampu dari lobi, ada sosok seorang gadis belia duduk anggun berbalut seragam kemeja putih dan celana hitam, wajahnya yang mungil dan cerah mampu mengalihkan pandangan beberapa orang pria yang sedang memasuki pintu lobi atau yang sedang menuju pintu lift apartemen. Sesekali datang menggoda anak-anak cleaning servis atau karyawan maintenance diwaktu luang demi menarik hati si gadis belia.  Sementara di belakang sana, di sebuah ruang kecil bersebelahan dengan ruang pantry, ruang toilet untuk tamu apartemen, ada seorang remaja laki-laki sedang gelisah dilanda kasmaran dengan gadis pantry. Hari ini ia berencana mengutarakan perasaan yang ia pendam sejak  pertama mengenalnya.  Setangkai bunga mawar plastik berwarna merah yang ia pilih di pasar Mayestik, Jakarta Selatan, untuk persiapan nembak gebetannya lengkap dengan secarik kertas berisi puisi. Di depan kaca toilet, ia berbicara dengan bayangannya berulang-ulang mengha...

Menjadi Jutawan Sholeh

 Assalamu'alaikum pembaca yang baik hati.  Pernahkah anda bermimpi menjadi seorang yang kaya raya? Atau apakah anda memiliki impian menjadi seorang jutawan? Saya tidak mau jualan apa-apa disini, hanya sekedar bertanya, karena saya sendiri juga memiliki impian menjadi konglomerat. Benar ya tulisannya, bukan konglomelarat? Jadi, begini. Saya mau berbagi tips, barangkali ini manjur untuk anda, karena saya masih bertahap mencobanya dan saya berharap kita bisa sukses bersama-sama, aamiin. Sebelum saya bagi tipsnya, saya klarifikasi dulu tentang apa pentingnya menjadi kaya. Ada seorang teman di lingkungan tempat tinggal saya dan sering diajak diskusi, mengemukakan pendapatnya tentang arah hidup ini dan apa yang ia alami seakan tanpa beban. Benar sekali, pembawaannya slow saja, tiap hari tidak terlihat kesibukan yang terlalu mencolok darinya. Ia punya prinsip bahwa hidup ini jangan terlalu mengejar kekayaan, toh harta itu tidak dibawa mati, yang dibawa adalah amalan saja di akhirat n...

Pariwisata Lokal

Seperti yang kita tahu, Indonesia memiliki keunikan yang berbeda-beda pada setiap daerah. Masing-masing wilayah mempunyai beragam kelebihan yang mampu membuat kita berdecak kagum. Keunikan dan kelebihan itu masih banyak yang belum tersentuh oleh tangan manusia. Media masih belum sepenuhnya mempublikasikan keindahan alam Indonesia lebih detil dan terinci. Ngomong-ngomong soal pariwisata yang belum terlalu dipublikasi, ada sebuah daerah pariwisata lokal yang saat ini sedang gencar-gencarnya diliput media masa. Pariwisata lokal daerah kabupaten Dompu - NTB. Pemkab Dompu sedang mempersiapkan diri mengadakan sebuah even besar bertajuk budaya dan pariwisata yang diberi nama "Tambora Menyapa Dunia" .Kegiatan yang melibatkan berbagai instansi dan elemen masyarakat ini bertujuan untuk memperingati 200 tahun meletusnya gunung Tambora. Sebagai anak daerah yang telah banyak makan garam di Jakarta, saya sendiri pun terlibat untuk membantu salah satu even dari kegiatan "Tam...

Sukses itu, Proses

Tergerak untuk tahu rahasia orang-orang sukses? Itu adalah sebuah tanda bahwa kita memang benar-benar ingin sukses. Semua orang memang ingin sukses, tapi ukurannya masing-masing berbeda.  Ukuran seberapa besar kita ingin sukses, katakanlah sukses itu dalam bentuk kaya, adalah diukur dari seberapa besar keinginan kita untuk berubah, dan perubahan itu diukur dengan seberapa mampu kita untuk memulai atau bergerak. Hijrah atau berpindah dari zona nyaman ke arah sesuatu yang menantang dan memicu kemalasan adalah mutlak dilakukan untuk sebuah perubahan. Perubahan yang kumaksud tentu saja ke arah yang mendukung tercapainya sebuah cita-cita. Did you know? Sukses memiliki sebuah perangkat yang sistematis, yang jika salah satu tidak dilewati atau dilaksanakan, sukses itu akan tertunda. Menurutmu perangkat yang kumaksud itu seperti apa? Ibarat mendaki sebuah gunung yang di puncaknya terdapat sesuatu yang kita mau, sebuah keharusan adalah kita mesti melewati jalan-jalan yang rumit...

Setiap Saat, CINTA

             Mengerti bahwa cinta, atau jatuh cinta adalah proses yang terjadi dalam pikiran, bukan proses yang terjadi di dalam hati yang kita tahu itu adalah liver, membuatku terus mengeksplorasi berbagai inovasi kreatif yang memungkinkan pasanganku selalu mencintaiku setiap hari. Satu contoh sederhananya adalah memberinya kejutan-kejutan kecil, apa saja yang ia sukai, siapa yang tidak suka kejutan? Terlebih jika mendapat apa yang menjadi kesukaannya. Yup!           Terinspirasi dari film komedi romantis yang dibintangi oleh Adam Sandler, 50 First Dates, kisah seorang pria yang berhenti jadi player (play boy) setelah jatuh hati pada seorang wanita. Ia mampu membuat wanita itu jatuh cinta setiap hari meski dia tahu bahwa wanita itu mengalami gangguan pada ingatan, dimana setiap pagi ia tidak bisa mengingat kejadian yang ia alami sehari sebelumnya. Pernah nonton? Yang jelas aku...

Harus Syawal-kah??

Menurutmu, apa yang kami harus putuskan??   Rasul menikahi Aisyah di bulan Syawal, dan berkumpul dengannya di bulan Syawal. Rasul pun menganjurkan pada umatnya agar menikah sebaiknya di bulan Syawal. Atas saran tersebut pula, kita berdua berniat hendak melangsungkan pernikahan di bulan Syawal. Hanya keinginan kita berdua, karena pihak keluargamu dan keluargaku masih berprinsip pada realita, yaitu selesaikan kuliahku dulu baru dibolehkan menikah. Sedangkan sidang skripsiku bakal diundur di ujung Syawal ini. Belum lagi menunggu jadwalnya, setelah itu harus selesaikan revisi, hardcovernya juga harus rampung, setelah semuanya selesai baru boleh disebut sarjana. Antara menuruti keinginan kita dan mengikuti aturan realita, aku disudutkan pada pilihan yang berat. Keinginanmu menikah di bulan Syawal, adalah salah satu impian terbesar dalam hidupmu. Sebagai calon suami idaman, aku harus menghormati itu. Sebaliknya, keridhoan keluarga adalah pertimbangan lain yang harus dipikirk...