Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Harus Syawal-kah??

Menurutmu, apa yang kami harus putuskan??   Rasul menikahi Aisyah di bulan Syawal, dan berkumpul dengannya di bulan Syawal. Rasul pun menganjurkan pada umatnya agar menikah sebaiknya di bulan Syawal. Atas saran tersebut pula, kita berdua berniat hendak melangsungkan pernikahan di bulan Syawal. Hanya keinginan kita berdua, karena pihak keluargamu dan keluargaku masih berprinsip pada realita, yaitu selesaikan kuliahku dulu baru dibolehkan menikah. Sedangkan sidang skripsiku bakal diundur di ujung Syawal ini. Belum lagi menunggu jadwalnya, setelah itu harus selesaikan revisi, hardcovernya juga harus rampung, setelah semuanya selesai baru boleh disebut sarjana. Antara menuruti keinginan kita dan mengikuti aturan realita, aku disudutkan pada pilihan yang berat. Keinginanmu menikah di bulan Syawal, adalah salah satu impian terbesar dalam hidupmu. Sebagai calon suami idaman, aku harus menghormati itu. Sebaliknya, keridhoan keluarga adalah pertimbangan lain yang harus dipikirk...

Karakter Berdasarkan Golongan Darah

       Di Jepang, ramalan tentang seseorang lebih ditentukan oleh golongan darah daripada zodiak atau shio. Kenapa? Katanya, golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita dan oleh karenanya juga menentukan psikologi kita. Buat yang suka baca komik jepang, pasti familiar dengan ramalan sifat berdasarkan golongan darah. Bahkan sebuah film Korea berjudul "My Boyfriend is Type B" menceritakan hubungan percintaaan seorang cewek berdarah A dengan cowok bedarah B. SIFAT SECARA UMUM 1.      A:   terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (karena perfeksionis) yg kadang bikin org mudah sebel. Kecenderungan politik: "destra". 2.      B:   nyantai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup. Kecenderungan politik: "sinistra". 3.      O: berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yg detil. Kec...

Suatu Senja di Warung Sujira

    Warung kopi Sujira sering kali tidak ada pengunjung akhir-akhir ini semenjak geng Yakuju mengacau di daerah itu. Bangku panjang yang biasanya ramai oleh canda tawa para pecinta kopi yang sesekali mampir saat sore hari, setelah hasil menambang serasa cukup untuk kebutuhan sehari, kini kosong. Hanya seorang pemuda yang terlihat masih menikmati senja dengan kopi hitam spesial warung kopi itu. Peringatan bagi yang melanggar aturan geng Yakuju akan disiksa tanpa ampun, yang tertempel di dinding warung itu tidak dihiraukannya. Pemilik warung kopi pun sudah mengingatkannya akan ancaman itu, namun ia tidak mau pedulikan dan tak secuil pun ia merasa takut.     Senja kali ini sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya. Cahaya emas di ufuk barat seakan ngumpat di balik awan seperti memberi tanda akan sebuah sore yang ganas. Musik mengalun deras dari headset pemuda itu tanpa peduli bahwa sudah ada beberapa orang di depannya menatap tajam dengan geraham men...