Kunciran Indah, terdengar familiar saat Angga membaca alamat pengirim pada sebuah paket. Tertulis lengkap nama dan alamat paman Angga yang tinggal di Tangerang, tepatnya di Jl. Sibi 1, Kunciran Indah. Sekelebat bayangan tentang masa lalu muncul dari ruang memori. Rentetan kenangan saat berpetualang di rimba Ibu Kota Negara, ingatan Angga langsung tertuju pada sosok yang pernah memoles kuas penuh warna dan mengisi sebuah ruang kosong di hatinya. Dia adalah sosok yang pernah memberinya arti nilai sebuah optimisme. Mampu mengubah sudut pandang Angga yang selalu melihat semua hal dari sisi pesimis. Dia adalah Hilda, seorang gadis belia yang lucu namun elegan. Di Tangerang sana, Angga mengetik pesan singkat dari handphone -nya, menanyakan kesiapan Hilda untuk menjadi kekasihnya. Saat cintanya diterima, Angga berteriak kegirangan dalam hati. Momen saat Hilda mengajaknya ke sebuah toko buku untuk menyatakan menerima pinangan cintanya, tersimpan rapi dalam galeri ingatannya. “ Mulai s...