Langsung ke konten utama

MEMBACA SEHAT

Jika kamu penggemar buku atau kutu buku, ada baiknya kamu cek keajegan pendapatku berikut, sekarang. Tapi kalau memang kamu tidak suka atau belum berminat jadi kutu (tanpa buku), mulai dari sekarang sajalah, 'kan lumayan tambah satu lagi pengunjung blog-ku :D

Menjaga agar mata tetap merasa nyaman dan aman dengan menunjukkan kepedulian dan perhatian kita merawatnya, sungguh sebuah kebijaksaan yang tak ternilai harganya. Tentu saja dong, kamu ga' mau ngorbanin anugerah terindahmu, sepasang mata sehat hanya demi memuaskan hasrat membacamu. Makanya, kalau kamu sayang sama kedua matamu, tunjukkan bahwa kamu memang peduli untuk merawatnya. salah satu bentuk pedulinya, yah, ngelanjutin bacanya. Mau ya????

Memang kebanyakan dari penggemar baca buku umumnya lupa waktu kalau sudah terlalu asyik dengan bacaannya. Berikut ada 3 vitamin buat mata tanpa harus dikonsumsi langsung, sekedar buat diingat-ingat sewaktu-waktu seandainya mata sudah mulai terasa letih.

Tips pertama, diceritakan pada suatu sore, seorang pangeran dari negeri Far Far Away, halah! Serius. Jika keseringan membaca dalam keadaan kurang cahaya, dapat mengakibatkan bahaya laten terhadap kesehatan mata. Maka, yang pertama dan utama yang harus diperhatikan saat membaca adalah tingkat kecukupan cahaya. Ini penting, cahaya itu sangat perlu saat membaca (ya iyalah, kalo ga ada cahaya emang mau maen raba-rabaan sama tuh buku). Maksudnya gini, cahaya saja belum cukup, ia harus memenuhi syarat Standar Nasional Far Far Away (SNF). Kecukupan cahaya artinya tidak remang-remang seperti lampu diskotik, juga tidak timbul hilang seperti saat kamu ngantuk. Yang penting lagi, cahayanya tidak sampai membuatmu menempalkan jidat ke buku (emangnya Opera Van Java??).

Tips kedua, pilih tempat membaca di area terbuka. Itu bisa saja seperti di taman, atau di beranda rumah. Hal ini bertujuan agar di sekitar tempat kita membaca ada pohon. Lha! Kok harus ada pohon?? Emang mau baca sambil nari India? Bukan begitu maksudnya, diharapkan saat kamu kelamaan membaca, kamu sekali-kali bisa mengalihkan pandangan ke arah pohon. Sebab, menurut penelitian dari sekelompok bule, bahwa warna hijau pada tumbuhan dapat menyehatkan mata. Mungkin karena alasan inilah Rasul memfavoritkan warna hijau.

Tips ketiga, jika memang keadaanya hanya memungkinkan kita membaca dalam ruangan,dan memang pohonnya masih berbentuk toge, tidak usah khawatir. Cukup kamu pejamkan mata, lalu bayangkan saya datang di hadapan kamu berseragam koki Itali dengan pose menawan ala Ronaldo membawa kue tart di hadapanmu (????). Cukup!! Ini serius. Menutup atau memejamkan mata untuk beberapa saat bertujuan agar retina mata mendapat cukup air. Tapi jangan ngebayangin kalau dalam mata ada galon buat nyimpan tuch air. Logikanya begini, saya mau tanya sama kamu, kamu sering berkedip tidak? Bukan karena sedang maen mata sama orang lain ya! Saat berkedip, bola mata mendapat pasokan air untuk mengurangi keringnya retina sebab ia sering terbuka. 

Saat mata bekerja, atau sedang terbuka, lama kelamaan akan mengering oleh angin. Oleh sebab itulah, kawan-kawan, bukan cuma teori, hal ini sering saya praktekkan saat membaca, memejamkan mata selama sekitar 5-10 detik, atau lebih bermanfaat untuk mengistirahatkan mata. Tapi jangan kelamaan juga kali, ntar si mas Jambretto cepat makmur ngelihat hp kamu bergeletakan di sebelahmu. Selain itu juga, kata buku yang pernah saya lahap waktu di Sekolah Dasar, bahwa dengan cara interval (membaca - istirahat/mendengarkan musik/aktivitas lain - membaca - istirahat - dan seterusnya), terbukti mampu menguatkan daya ingat terhadap pemahaman dari yang kita baca. 

Nah! Sudah sampai ending. Segini cukup??? 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sahabatku Bernama Dafin

“Loe tuh ganteng, Yom. Tapi.... banyak tapinya, wkwkwkwk.” Seloroh Dafin saat aku bercermin dan bertanya padanya, “Gue udah ganteng, belum?” Ini yang kesekian kalinya dia meledek aku dengan canda khasnya yang slengean. Dafin, nama bekennya. Tapi memiliki nama asli yang ditulis secara sadar oleh petugas pencatat akta kelahiran nama seorang perempuan. Ya, di KTP-nya terulis jelas nama yang jauh dari sifat maskulin, akan tetapi sejatinya seorang pria tulen, Fitri Anna nama aslinya.   Pertemuan pertama dengan Dafin terjadi di tempat kerja, di sebuah apartemen bintang lima, Apartemen Batavia. Bukan sebagai staf front office , bukan sebagai penjaga pantry, apalagi sebagai manajer, bukan. Lebih dari itu, aku dan Dafin sama-sama sebagai pekerja jasa yang harus selalu memastikan setiap area di setiap sudut bangunan bersih dan nyaman bagi penghuni maupun tamu apartemen. Hanya berkisar lima menit, aku sudah merasakan kemistri dengan Davin dan sejak hari pertama berkerja. Mempertimba...

First Love, First Scooter

       Malam yang kelam di antara rimbunan ketapang di sudut kota yang sepi, aku duduk menyendiri dalam selimut dingin. Sebatang rokok masih tersisa sepertiga, terjepit erat di antara jari manis. Gelas plastik kumiringkan enam puluh derajat supaya sisa-sisa kopi yang terselip pada ampasnya terkumpul untuk seruput terakhir. Pohon tempatku bersandar tak hendak mengusikku apalagi mengajakku ngobrol saat pandanganku tertuju pada gerak-gerik lunglai pemulung kota yang mengumpulkan puing-puing sampah berserakan yang rindu ditempatkan dalam wadah nyaman yang bernama tong sampah.        Sedang di seberang mata berderet gedung-gedung pencakar langit, entah siapakah pemiliknya, seperti apa rupanya, bagaimana kesehariannya, adakah perbedaan yang mencolok antara aku dan dia, lalu sebatas apa aku mampu bersaing atau bahkan bisa mengungguli kesuksesan mereka? Apakah mungkin aku yang sebatang kara di kota besar ini bisa memiliki salah ...

Senja di Tepi Nil

  Wuuut... wuuu t ...   Nada g e t a r ponsel d i a t as meja kayu y a ng m u l ai l a puk i tu m en g usik l a m unanku. Di l uar, hu j an y a ng sej a k zu h ur t a di m eng e pung Jakar t a m u l a i m en a r ik d i ri, m en y isak a n ar o m a aspal basah d a n uap pan a s yang na i k da r i sel a -sela gang s e m p i t Karet T e ngsin. Aku m er a ih ben d a p i p i h itu dengan m alas. Sebuah p e san si n gkat m asuk, m em an c ark a n c a haya b i ru y ang k o n t ras deng a n remang ka m ar kosku.   “Selamat! Anda me n ang und i an BR I Ha d i a h B e runtun berupa saldo sebesar Rp20.000.000. B al a s pesan i n i un t uk k l a i m...”   Aku mend e ngus pelan sebe l um sempat m eny e l e sai k an b a c a an i t u. "Und i an d a ri Hongkong," ke t usku kesa l . Di z a m an di m ana har a pan se r i n g k a l i m en j adi b ar a ng dag a ngan, p e n i p u an sem a c a m i n i t er a sa s ep e rti e j e kan y ang ...